Tongkrongan laki-laki senang membuat joke lama seperti wanita yang mengemudi Honda Scoopy hanya tahu cara memelintir selongsong gas dan lupa tentang cairan pelumas yang disebut ganti oli. Namun, banyak perempuan yang sekarang mulai peduli dengan kesehatan motor mereka, bahkan sampai ingat kapan harus mengirimkan oli ke bengkel. Popy (29) berdiri tegak dengan Honda Scoopy berkelir putih coklat di sudut parkiran kantor distrik Gamping. Kendati aspal Magelang-Jogja menggerusnya, bodi vintage generasi pertama tetap tidak kelihatan reyot. Popy, seorang wanita dari Magelang, yang setiap hari melakukan perjalanan dari Magelang ke Gamping, Sleman, menghapus stigma bahwa wanita yang mengemudi Honda Scoopy jarang mengganti oli.
Pacu Honda Scoopy 2010 yang masih berputar
Menurut situs web resmi Honda, skuter yang dibuat pada tahun 2010 ini memiliki mesin 108 cc SOHC dan sistem karburator berpendingin kipas. Dengan torsi maksimum 8,32 Nm pada 5.500 rpm, dapur pacu ini dapat menghasilkan 8,28 PS pada putaran 8.000 rpm. Karter motor scoopy angkatan pertama ini sangat sederhana dan hanya membutuhkan 0,7 liter oli untuk penggantian setiap kali. Jika pemilik mesin lupa mengganti cairan pelumas, mesin akan cepat panas dan mengunci.
Orang sering bertanya-tanya kenapa motor scoopy karbu tahun ini tetap halus dan padat. Meskipun kuncinya sederhana, saya disiplin rawat.
Untuk menjaga Honda Scoopy bertahan lama, Anda harus tahu cara mengganti oli.
Setiap hari, Popy berjalan sekitar tiga puluh kilometer. Mesin harus bekerja lebih banyak karena lalu lintas antarkota yang padat yang disebabkan oleh bus malam dan truk muatan pasir. Popy menangani banyaknya pekerjaan dengan jadwal servis yang konsisten: oli mesin harus diganti setiap bulan sekali. Saya selalu memperhatikan angka yang ada di speedometer. Saya langsung menuju bengkel ketika jumlah kilometer saya mencapai seribu lima ratus dua ribu, atau genap sebulan. Popy tegas, "Saya tidak mau menunggu bunyi mesin kasar baru kelabakan."
Pendidikan membawa hasil. Selama beberapa tahun membelah jalan raya, motor scoopy putih coklatnya tidak pernah mengalami kerusakan mesin yang signifikan.
Logika ekonomi Popy: mengingat sumber penghasilan utama
Bagi Popy, mengganti oli bukan tindakan berlebihan di depan montir. Kesadaran itu berasal dari perhitungan logis yang diperlukan untuk memastikan bahwa periuk nasi tetap mengebul.
"Soalnya motor ini sumber mata pencaharian saya, mas, kalau tidak diopeni malah saya yang nggak bisa kerja."
Popy menghitung secara cermat dampak finansial jika teledor merawat motor. Uang puluhan ribu rupiah untuk sebotol pelumas mesin matik sama sekali tidak sebanding dengan bencana piston macet di tengah jalan.
“Kalau mesin jebol, biaya turun mesin bisa menghabiskan jutaan rupiah. Belum lagi saya terpaksa izin kerja dan kena potong gaji harian. Keluar uang rutin setiap bulan buat beli oli itu jauh lebih masuk akal daripada menanggung mogok di pinggir jalan raya Magelang yang ramai truk pasir,” papar Popy menjabarkan logikanya.
Laki-laki yang balik disentil tentang kesehatan motor
Popy sering membuat pria di sekitarnya tersipu malu karena bagaimana dia menjaga motornya. Melihat kuda besi tua itu tidak pernah menyusahkan pemiliknya, sang bapak dan sang kekasih berulang kali kagum.
Pacar Popy, Rio (30), mengatakan bahwa kekasihnya lebih rajin mengurus mesin daripada dia. Popy sering menegur Rio ketika motor sang pacar mulai mengeluarkan bunyi yang tidak menyenangkan karena mengganti oli lalai.
"Memang dia sangat rajin, mas, bahkan saya yang diingatkan," kata Rio saat mengkonfirmasi kebiasaan pasangannya.
Dengan nada santai, Popy menimpali pengakuan itu, menyindir kebiasaan pria pada umumnya. Laki-laki sering menjadi pembicara utama tentang mobil, tetapi giliran motornya sendiri sering mengeluarkan asap knalpot dan rantai yang rusak. Selain itu, bapak saya sangat dihormati di keluarga kami karena saya tidak pernah merengek minta tolong kepadanya untuk melakukan servis di bengkel. Popy berkata, "Saya tuntaskan masalah motor saya sendiri."
Menghapus stigma bahwa wanita pengendara Honda Scoopy jarang mengganti oli
Teori bahwa kepedulian terhadap mesin didasarkan pada gen laki-laki ditolak oleh cerita Popy. Penunggang Honda Scoopy tidak memerlukan sertifikat montir untuk menjaga tunggangannya dalam kondisi baik; hanya tanggung jawab dan akal sehat yang diperlukan.
Kaum laki-laki yang merasa paling tahu tentang jalanan ditipu oleh pernyataan bahwa wanita hanya tahu cara pakai dan malas mengganti oli. Popy menyimpulkan, "Merawat motor adalah tanggung jawab pemilik kendaraan, bukan tentang jenis kelamin."
Mitos bahwa wanita yang mengendarai Honda Scoopy jarang mengganti oli Stigma, yang telah bertahan selama bertahun-tahun, biasanya berasal dari percakapan di warung kopi yang tidak memeriksa situasi secara menyeluruh. Pria suka membuat lelucon tentang wanita yang mengemudi Honda Scoopy yang panik saat mesin motornya tiba-tiba mati karena oli mesin berubah menjadi warna hitam pekat. Fakta kuno ini disimpan dengan sengaja untuk mempertahankan arogansi maskulin bahwa masalah karter, baut oli, dan viskositas pelumas adalah teritori eksklusif kaum adam semata.
Stereotip bodoh itu malah dibongkar oleh kenyataan yang nyata. Sosok seperti Popy menunjukkan bahwa kebiasaan mengabaikan pelumas motor scoopy adalah masalah watak malas tanpa mempertimbangkan jenis kelamin daripada masalah gender. Sebagian besar pria yang mengklaim memiliki pemahaman yang mendalam tentang mekanisme mesin malah mengendarai motor dengan rantai kering yang rusak dan oli mesin yang mengering sampai batas tertentu. Sebaliknya, perempuan pekerja yang hidupnya bergantung pada motor Honda Scoopy jauh lebih teliti dalam mencatat jumlah kilometer dan selalu memastikan jadwal servis bulanan mereka.
Anggapan bahwa wanita yang mengendarai Honda Scoopy tidak mengerti tentang perawatan mesin sudah tidak relevan lagi. Skuter matik adalah alat produktif yang sangat dihargai oleh wanita yang menghargai kerja keras mereka. Mereka bukan sekadar item vintage yang menarik perhatian, melainkan aset produktif yang dirawat dengan lebih baik daripada motor yang dimiliki oleh laki-laki yang sekadar jago membual di meja tongkrongan.
-Ads Here-