Dengan teknologi suspensi DiSus-M dan baterai Blade generasi kedua, Formula S dan Formula S GT akan diperkenalkan oleh Fang Cheng Bao pada 16 September 2026.
Fang Cheng Bao mengumumkan bahwa BYD akan meluncurkan Formula S pada 16 September 2026. Versi Formula S GT adalah varian pertama dari lini sedan listrik merek asal China itu. Teknologi suspensi magnetorheologis DiSus-M dan baterai Blade generasi kedua memiliki teknologi pengisi.
Pada 16 September 2026, BYD dan sub-mereknya Fang Cheng Bao akan meluncurkan sedan listrik Formula S. Menurut CnEVPost, produsen asal China menganggap peluncuran Formula S sebagai momen sejarah. Sebab Formula S adalah lini sedan pertama Fang Cheng Bao. Fang Cheng Bao akan mengumumkan harga calon mobil barunya pada sesi peluncuran. Sedan Formula S dan Formula S GT diketahui akan tersedia.
Sejak 20 Agustus 2026, pelanggan Tiongkok dapat memesan Formula S dan Formula S GT.
Harga Formula S dan Formula S GT berkisar antara 230.000 yuan dan 280.000 yuan, atau sekitar Rp604 jutaan hingga Rp736 jutaan, dalam pemesanan. Perkiraan sebelumnya untuk harga tersebut berada di kisaran 250.000 hingga 300.000 yuan, atau sekitar Rp656 jutaan hingga Rp788 jutaan. Semua orang tahu bahwa Formula S akan membawa teknologi suspensi magnetorheologis canggih DiSus-M dari BYD. Menurut undangan media China, BYD akan menggunakan teknologi tersebut pada kendaraan pertamanya, jajaran Formula S. Untuk lebih detail, DiSus-M menggunakan cairan magnetorheologis untuk mengontrol tingkat peredaman suspensi dalam milidetik.
Teknik serupa sebelumnya lebih banyak digunakan pada mobil dengan performa tinggi, seperti beberapa produk Ferrari dan Lamborghini. Setelah teknologi tersebut dimasukkan ke dalam lini Formula S, Fang Cheng Bao mengandalkan fitur suspensi sebagai salah satu teknologi utamanya. Kedua sedan ini juga merupakan bagian dari rencana BYD untuk memasukkan teknologi kendaraan berperforma tinggi ke model yang lebih murah.
Formula S adalah sedan yang agak besar dengan panjang 5.060 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.483 mm, dan jarak sumbu roda 2.960 mm. Namun, dimensi dan wheelbase Formula S GT station wagon sama.
Dalam hal kinerja, Formula S tersedia dalam konfigurasi penggerak roda belakang dengan opsi motor listrik bertenaga puncak 245 kW (Kilowatt) hingga 300 kW. Jenis yang lebih canggih memiliki penggerak all-wheel drive (AWD), tetapi dilaporkan memiliki tenaga gabungan hingga 490 kW.
Baterai keluarga Formula S Fang Cheng Bao berkapasitas 76,744 kWh dan 92,093 kWh. Menurut pengujian kendaraan berat Cina CLTC, jarak tempuhnya diperkirakan mencapai 730 km hingga 900 km. Baterai Blade generasi kedua dari BYD akan digunakan di seluruh lini Formula S. Baterainya mendukung teknologi pengisian cepat yang dikenal sebagai pengisian flash. Sebagai informasi, Formula S adalah lini produk ketiga Fang Cheng Bao. Ini adalah penerus dari seri Bao, yang ditujukan untuk penggunaan di lingkungan perkotaan, dan seri Tai, yang ditujukan untuk kendaraan jenis SUV (Sport Utility Vehicle) yang dapat digunakan di luar jalan raya.
Selain Formula S dan Formula S GT, generasi sebelumnya dari Formula S juga termasuk Formula SL. Namun, pelanggan di China tidak dapat memesan model coupe tersebut. Dalam hal bisnis, debut Formula S bertepatan dengan peningkatan kinerja penjualan merek Fang Cheng Bao tengah. Sampai Agustus 2026, merek tersebut mengirimkan 41.568 mobil. Jumlah tersebut meningkat sebesar 155,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada awal Agustus, Fang Cheng Bao juga mengumumkan bahwa penjualan totalnya telah menembus 500.000 unit kendaraan dalam waktu kurang dari tiga tahun. Harga transaksi rata-rata merek tersebut lebih dari 223.000 yuan, atau sekitar Rp585 jutaan.
Selisih Ekspor Mobil China Tinggal 8.238 Unit, BYD Mengikuti Chery
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BYD mulai mengejar Chery dalam hal ekspor mobil setelah menjual 188.746 mobil penumpang ke pasar global pada Agustus 2026. Dengan pencapaian ini, jarak ekspor BYD dengan Chery sekarang hanya 8.238 unit. Dengan ekspor sebanyak 196.984 unit pada periode yang sama, Chery tetap berada di posisi teratas. Meskipun BYD belum dapat mengalahkan Chery, laju ekspornya menunjukkan ekspansi global perusahaan.
Menurut CarNewsChina, BYD akan menjual 433.384 mobil penumpang hingga Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 16,7 persen secara tahunan (YoY). Sebanyak 188.746 unit dari total penjualan tersebut dikirim ke negara lain. Sebaliknya, pada Agustus 2026, Chery menjual total 280.128 mobil. Dari jumlah tersebut, 196.984 unit, atau sekitar 70,3% dari total penjualan, diekspor. Perbedaan komposisi tersebut menunjukkan strategi kedua produsen untuk membangun perusahaan di seluruh dunia. Sementara BYD didukung oleh basis penjualan domestik China yang lebih besar, Chery masih bergantung pada pasar ekspor.
Namun, peningkatan ekspor BYD jauh lebih cepat. Berdasarkan perhitungan dari laporan perusahaan, Reuters mencatat pengiriman kendaraan BYD ke pasar internasional pada Agustus melonjak 134,5 persen secara tahunan menjadi 189.466 unit.
Karena BYD menghadapi tekanan permintaan di pasar domestik China, kinerja ekspor menjadi semakin penting bagi perusahaan. Penjualan global BYD pada Agustus terus tumbuh untuk bulan keempat berturut-turut, menurut Reuters pada 1 September 2026. Tumbuh sebagian besar didorong oleh ekspor, yang dapat mengimbangi penurunan permintaan di pasar domestik. Perkembangan ini menunjukkan perubahan dalam pendekatan pertumbuhan BYD. Pasar internasional tidak lagi hanya menjadi tujuan tambahan bagi mobil yang dibuat di China, tetapi mulai berperan lebih besar dalam mendukung pertumbuhan bisnis.
Bahkan pada semester pertama 2026, 53% pendapatan BYD berasal dari pasar luar China. Peran ekspor dalam strategi pertumbuhan global BYD semakin diperkuat oleh peningkatan penjualan kendaraan di pasar internasional tersebut. Dengan selisih ekspor saat ini hanya 8.238 unit, persaingan BYD dan Chery di pasar internasional semakin menarik. Jika tren ekspansi global BYD terus berlanjut, laju pertumbuhan ekspornya yang tinggi dapat mempersempit jarak tersebut.
-Ads Here-