-Ads Here-

Banyak pengendara motor matik tanpa disadari menahan gas saat berhenti di lampu merah. Ini terjadi karena kebiasaan atau karena ingin menjaga mesin tetap hidup. Kebiasaan kecil ini, bagaimanapun, dapat membahayakan komponen mesin dan transmisi motor. Purnomo, pemilik bengkel Tamaro Motor di Jakarta Barat, mengatakan bahwa menahan gas saat motor dalam posisi diam dapat menyebabkan beberapa komponen menjadi lebih rusak, terutama di area transmisi CVT (Continuously Variable Transmission).
Jika gas tetap ditahan, kampas kopling otomatis di CVT bekerja setengah, sehingga alias tidak benar-benar lepas atau menempel. Akibatnya, terjadi gesekan terus-menerus yang menyebabkan kampas aus dengan cepat, katanya kepada Kompas.com pada Minggu, 9 November 2025. Kebiasaan ini juga meningkatkan suhu CVT. Suhu panas yang berlebihan dapat mengurangi kinerja v-belt dan mempercepat kerusakan oli gardan.
Jika tidak diperhatikan, motor akan bergetar saat digas dari posisi diam dan bahkan kehilangan tenaga di tanjakan. Setelah lampu hijau menyala, tarikan awal menjadi kuat dan motor mulai berputar. Purnomo menyatakan bahwa ini disebabkan oleh licin atau terbakarnya kampas kopling.
Ia menyarankan pengendara untuk cukup menetralkan gas saat berhenti dan membiarkan motor dalam posisi idle. Mesin injeksi kontemporer dibuat untuk tetap stabil tanpa perlu digas terus-menerus. Anda tidak perlu takut akan mesin yang mati. Dia mengatakan bahwa biarkan mesin dan transmisi aman jika dibiarkan. Purnomo menambahkan bahwa selain menahan gas, juga penting untuk menghindari kebiasaan menarik gas dengan cepat setelah berhenti lama.
Perlahan-lahan tarik gas. Dia mengatakan bahwa jika langsung dipelintir penuh, tekanan cepat ke CVT dapat menyebabkan kerusakan komponen dengan cepat. Kebiasaan ini dapat memastikan umur komponen CVT dan kampas kopling jauh lebih lama, dan kinerja motor tetap halus dan efisien.
-Ads Here-