-Ads Here-
Saat ini, prioritas utama dalam persiapan mobil otonom adalah keamanan dan keselamatan. Sebelum mobil otonom dijual secara massal, sejumlah pengujian dilakukan. Meskipun demikian, ada kekhawatiran bahwa mobil otonom ini yang berjalan sendiri tanpa dikelola oleh sopir manusia mungkin terlibat dalam kecelakaan. Ketika mobil otonom bertabrakan dengan mobil otonom lainnya, siapa yang harus bertanggung jawab?
Salah satu masalah utama, menurut Thatcham Research, adalah menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan mobil otonom, seperti dilaporkan Carscoops pada Rabu (23/11/2016). Karena tidak diketahui siapa yang mengemudi kendaraan saat kecelakaan terjadi, pasti akan sulit untuk menyelesaikan klaim asuransi.
Di masa depan, peraturan ini sangat penting untuk melindungi pelanggannya, sehingga siapa yang akan bertanggung jawab dan siapa yang akan membayar jika terjadi kecelakaan. Apakah itu kesalahan sistem otonom atau kesalahan pengemudi? Jika perusahaan asuransinya memiliki akses ke informasi penting tentang kejadian kecelakaan, ini dapat diketahui. Peter-Shaw, CEO Thatcham-Research, menyatakan, "Kami ingin sekali melihat produsen mobil dan legislator harus bekerja sama dengan industri asuransi untuk segera mengembangkan beberapa kerangka kerja untuk membuat hal ini jika memang terjadi."
Standar data internasional sekarang diminta oleh perusahaan asuransi Inggris. Standar data yang dimaksud mencakup cara kendaraan otonom beroperasi saat kecelakaan, terlepas dari apakah kendaraan tersebut berjalan dalam mode otonom atau dikendalikan oleh sopir manusia. Shaw menyatakan bahwa sangat penting bagi semua orang untuk menetapkan fakta segera.
-Ads Here-