BYD Great Seagull ditempatkan untuk mengisi celah antara model burung laut (di Indonesia disebut Atto 1) dan burung laut. BYD sedang mempersiapkan peluncuran Great Seagull hatchback listrik dengan teknologi ADAS DiPilot 300, jarak tempuh hingga 420 km, dan baterai LFP. Untuk segmen hatchback listrik, BYD akan meluncurkan mobil listrik Great Seagull baru.
BYD Great Seagull ditempatkan untuk mengisi celah antara model burung laut (di Indonesia disebut Atto 1) dan burung laut. Menurut CarNewsChina, Great Seagull juga dikembangkan dari basis Atto 1, tetapi ukurannya lebih besar. Di ajang Chengdu Auto Show 2026, Zhang Zhuo, General Manager Divisi Penjualan Jaringan Ocean BYD, menegaskan kehadiran model anyar tersebut. Ia menyatakan bahwa tahun ini Great Seagull akan tiba di pasar domestik China.
“Jadi, penamaannya akan selaras dengan model BYD Da Tang (Great Tang) dan Da Han (Great Han) yang telah dirilis sebelumnya,” kata Zhang, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026. Selain itu, Great Seagull bukan hanya ikan laut dengan tubuh yang lebih panjang. Panjang Great Seagull 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dan jarak sumbu roda 2.650 mm. Dengan ukuran ini, Great Seagull lebih panjang 425 mm daripada Seagull atau Atto 1. Menurut statistik, Great Seagull hanya 65 mm lebih pendek daripada BYD Dolphin.
BYD mengarahkan Great Seagull untuk berhadapan langsung dengan sejumlah hatchback listrik China, seperti Geely EX2 dan GAC Aion UT, dengan posisi tersebut. Dalam hal kinerja, Great Seagull bergantung pada satu motor listrik yang dapat menghasilkan sekitar 95 kW (Kilowatt) atau 127 hp. Baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dibuat oleh FinDreams memberikan energi kepada motor. BYD menyediakan kapasitas baterai 30 kilowatt-hour (kWh) dan 39,2 kilowatt-hour.
Berdasarkan izin penjualan di China, BYD Great Seagull memiliki jarak tempuh sekitar 320 hingga 420 kilometer (km) menurut standar CLTC. Namun, kecepatan maksimalnya adalah 150 km/jam.
Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa Great Seagull adalah mobil listrik yang tidak mengejar kinerja tinggi. BYD Dolphin, di sisi lain, memiliki motor dengan daya 70 kW (94 hp), 130 kW (174 hp), dan 150 kW (201 hp). Berat kosong Great Seagull berkisar antara 1.180 kg dan 1.255 kg. Mobil ini memiliki pelek dengan diameter 16 inci dan ban berukuran 205/60.
Adopt Teknologi ADAS
Perangkat teknologi bantuan pengemudi Advanced Driver Assistance System (ADAS) dilengkapi dengan Great Seagull. Salah satu bagian Great Seagull terlihat menggunakan sensor LiDAR yang terpasang di bagian atap saat menjalani pengujian jalan di China. BYD memasukkan perangkat ini ke dalam sistem ADAS mereka yang disebut DiPilot 300. Untuk penggunaan di jalan raya dan jalan perkotaan, sistem tersebut mendukung fungsi Navigate On Autopilot (NOA).
Selain itu, gambar uji jalan sebelumnya mulai mengungkap bagian kabin Great Seagull. Terlihat bahwa Great Seagull memiliki konsol tengah yang cukup besar, tuas persneling di belakang kemudi, dan layar infotainment model floating.
Kehadiran Great Seagull membuka pintu untuk pergeseran posisi Dolphin di jajaran EV BYD. Great Seagull dapat berfungsi sebagai model entry-level di segmen Hatchback listrik dengan harga dan tenaga yang lebih rendah, sementara Dolphin lebih fokus pada performa.
Melihat penjualan kedua model di pasar China, potensi tersebut menjadi semakin penting.
Menurut data China EV DataTracker, BYD diproyeksikan mengirim 8.879 unit Seagull ke pasar domestik hingga Juli 2026. Sementara itu, Dolphin membukukan jumlah pengiriman yang lebih besar—13.910 unit pada waktu yang sama. Selain itu, pabrikan belum memberikan harga BYD Great Seagull.
BYD Mengumumkan Kehadiran MPV Listrik Ocean V
Sebelum ini, dilaporkan bahwa BYD sedang mengerjakan Ocean V, MPV (Multi Purpose Vehicle) listrik yang akan datang. Diharapkan mobil listrik ini akan menjadi MPV pertama dari lini Ocean di pasar China. Laut CnEVpost, Ocean V mungkin akan diluncurkan pada akhir tahun ini.
Selain itu, kehadiran Ocean V akan menambah jumlah kendaraan BYD di segmen MPV yang serupa dengan kendaraan keluarga. Pada Minggu, 23 Agustus 2026, General Manager Sales Division Ocean Series BYD, Zhang Zhuo, mengungkapkan rencana tersebut di platform Weibo.
Menurut Zhang, Ocean V, yang saat ini hanya merupakan kendaraan konsep, akan menjadi kendaraan yang berbeda ketika diluncurkan di pasar kendaraan elektrifikasi. Meskipun Zhang memberi sinyal kuat bahwa model baru akan muncul, Zhang belum memberikan detail penting seperti nama resmi, spesifikasi, harga, dan teknologi penggerak yang akan digunakan. Selain itu, BYD belum mengonfirmasi apakah MPV tersebut merupakan versi produksi dari ide Ocean-V, yang ditunjukkan pada Beijing Auto Show 2026 pada April lalu.
Diketahui bahwa Ocean-V menjadi salah satu petunjuk mengenai arah pengembangan lini Ocean pabrikan yang berbasis di Shenzen, China. Mobil konsep ini menggabungkan fitur kendaraan off-road dengan fitur yang mendukung hiburan di dalam kabin dan kegiatan berkemah. Dengan menghilangkan beberapa tombol fisik, interior Ocean-V mengadopsi gaya futuristis. Ada layar di tengah kabin yang dapat digeser ke samping untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
Dalam mode Movie, setir kemudi Ocean V dapat dimasukkan ke dalam, dan untuk mendukung aspek hiburan pengguna, layar berukuran besar akan muncul dari dasbor. Namun, dalam mode Camping, dua baris kursi dapat ditempatkan berhadapan satu sama lain atau dilipat rata untuk membentuk tempat tidur.
Ocean V juga memiliki baterai Blade generasi kedua BYD, suspensi DiSus yang canggih, penggerak roda Dual Motor All Wheel Drive (AWD), dan teknologi LiDAR yang mendukung sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dikenal sebagai God's Eye.
Saat memperkenalkan Ocean-V, BYD menyatakan bahwa beberapa desain dan fitur konsep akan dimasukkan secara bertahap ke dalam model produksi lini Ocean. Namun, hingga saat ini, perusahaan belum mengumumkan bahwa MPV, yang dimaksudkan untuk diluncurkan pada akhir tahun 2026, merupakan penerus langsung dari Ocean-V. (*)
-Ads Here-