-Ads Here-

Disebutkan bahwa penjualan LCGC terganggu oleh mobil listrik seharga Rp 200 jutaan seperti BYD Atto 1. Catatan penjualan LCGC versus BYD Atto 1 pada Januari 2026 berikut ini. Di pasar mobil listrik domestik, persaingan semakin sengit. Jumlah mobil listrik murah semakin meningkat di Indonesia. Ada banyak pilihan mulai dari Rp 200 jutaan. Di sisi lain, kehadiran mobil listrik dengan harga Rp 200 jutaan ini menarik perhatian. Karena itu, banyak orang mengatakan bahwa mobil listrik ramah kantong telah "memakan" stok mobil di pasar Low Cost Green Car (LCGC).
Menurut data yang dikumpulkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan LCGC akan turun 30% pada tahun 2025. Pendatang baru BYD Atto 1 mengambil alih pasar LCGC. Pada periode Oktober 2025, catatan penjualan BYD Atto 1 bahkan mampu mengalahkan penjualan total LCGC. Namun, LCGC masih unggul jika dihitung secara keseluruhan selama 12 bulan pada tahun 2025. Bagaimana jika tahun 2026?
LCGC masih jauh lebih unggul dari BYD Atto 1 menurut data penjualan terbaru Gaikindo dari Januari 2026. BYD Atto 1 hanya mendistribusikan 3.361 unit pada awal 2026. Saat ini, total 10.694 unit didistribusikan oleh LCGC, dengan lima model: Honda Brio Satya, Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla.
Sebelumnya, Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, mengatakan bahwa mobil listrik murah menjadi tantangan tersendiri bagi mobil di segmen LCGC. LCGC kami menurun hingga 37%. Jongkie menyatakan bahwa mobil listrik dengan desain bagus dan fitur lengkap sekarang tersedia untuk orang-orang dengan harga Rp 200 jutaan.
Karena itu, segmen kendaraan murah di Indonesia masih memiliki potensi besar. Tidak mungkin untuk mengubah teknologi ke arah kendaraan elektrifikasi. Pendatang baru bukan satu-satunya penyebab penurunan di segmen LCGC. Kondisi keuangan para pembeli mobil pertama adalah komponen tambahan yang mempengaruhi penurunan LCGC. Dalam pembelian LCGC, sebagian besar pembeli pertama menggunakan skema kredit. Namun, pada tahun sebelumnya, industri pembiayaan menghadapi tantangan yang signifikan terkait rasio kredit macet.
-Ads Here-