Aerox 155 memiliki mesin yang sama dengan skuter matik bongsor NMAX saat diluncurkan di Indonesia Motor Show (IMOS) 2016. Namun, dikatakan bahwa Aerox akan lebih irit sekitar 6% dibandingkan NMAX. Ridwan Arifin dari Departemen Layanan - Divisi Penjualan YIMM menyatakan, "Iritnya 6% dari generasi sebelumnya, jadi dari NMAX." Sistem stop-start sistem yang otomatis mengontrol mesin saat motor berhenti. Saat sepeda motor berfungsi atau melaju, sakelar stop-start (pada stang) harus berada di posisi on. Temperatur mesin harus di atas 50 derajat dan kecepatan harus lebih dari sepuluh km/jam. Setelah langkah-langkah ini dilakukan, indikator speedometer akan menyala.
Saat pengendara mengerem motor dan mesin mati, sistem Stop-start Yamaha akan berfungsi setelah 5 detik berkendara, kecepatan di bawah 3 km/jam, rpm engine di bawah 2200 RPM, dan trottle tertutup penuh, yang berarti tidak ada aktivitas gas. Indikator akan menyala dan berkedip saat mesin mati, menandakan sistem stop-start bekerja dengan sempurna.
Saat lampu hijau atau kendaraan memiliki mesin mati, kendaraan secara otomatis ingin berjalan atau akan melaju kembali. Pengendara hanya perlu membuka gas, membuka Trottle, dan mesin akan hidup kembali dengan cepat dengan suara halus. Selain itu, lampu berkedip akan berubah menjadi lampu menyala (stanby) pada indikator.
Jika dibandingkan dengan NMAX, ada beberapa perbedaan, seperti dimensi dan berat yang lebih ringan. Ridwan menyatakan bahwa spesifikasi dasar dari engine ini akan sama dengan NMAX, kecuali untuk dimensinya. Beratnya lebih ringan, tipe standar seratus enam belas kg, tipe Racing 117 kg, dan tipe S seratus delapan belas kg. Selain itu, kapasitas tank penuh empat koma enam liternya berbeda dengan NMAX.
Ridwan tidak memberi tahu lebih jauh tentang konsepnya: "Konsepnya akselerasi cepat jadi matic gaya sporty lalu tenaga maksimal, udah motornya ringan tenaganya besar."
VIDEO