-Ads Here-

Mobil yang paling banyak diimpor ke Indonesia adalah BYD Atto 1. BYD telah mengimpor lebih dari 30 ribu unit Atto 1 dalam waktu tiga bulan. Tidak semua pabrikan telah memulai produksi domestik mereka. Beberapa di antaranya masih diimpor secara utuh dari negara-negara lain. Seluruh model yang dijual di Indonesia masih diimpor oleh salah satu BYD yang tercatat. Keenam model mobil BYD, Atto 1, Atto 3, M6, Dolphin, Seal, dan Sealion 7, sepenuhnya diimpor dari negara asalnya di China.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD adalah produsen mobil yang paling banyak mengimpor ke Indonesia. Impor BYD mencapai 64.013 unit pada tahun 2025. Sangat menarik bahwa hampir 50% impor berasal dari BYD Atto 1. Ada 30.060 unit total dalam tiga bulan sejak Oktober. Model lain akan menyumbang sisa. Namun, karena pabrikan asal Shenzhen itu sedang membangun pabrik di Subang untuk produksi lokal, impor BYD akan segera berkurang. Ada dalam model Atto 1. Karena BYD sudah memiliki komitmen untuk investasi dalam produksi lokal untuk model yang telah dijual sebelumnya di Indonesia.
Meskipun BYD Atto 1 dianggap sebagai pendatang baru, penjualannya cukup baik. Secara keseluruhan, Gaindo memperkirakan penjualan BYD Atto 1 sebanyak 22.582 unit pada tahun 2025. Meskipun demikian, BYD baru mendistribusikan Atto 1 pada Oktober setelah peluncuran awalnya di GIIAS 2025. BYD Atto 1 cukup menguntungkan dari segi harga. Mobil tersebut cukup menarik bagi pembeli mobil pertama. Karena itu, harganya bersaing dengan deretan mobil di segmen mobil hijau murah (LCGC). BYD Atto 1 mulai dari harga Rp 199 juta hingga harga tertinggi Rp 235 juta.
Selain Atto 1, mobil BYD berada di antara tiga mobil listrik terlaris di Tanah Air. BYD M6 terdistribusi sebanyak 10.682 unit di bawah Atto 1, dan Sealion 7 menempati posisi ketiga dengan 8.402 unit. Denza D9, yang masih berasal dari keluarga BYD, berada di posisi keempat. Meskipun Denza adalah mobil premium, distribusi tahun lalu 7.474 unit.
-Ads Here-